INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

ATUR WAKTU, ATUR PRIORITAS KERJA

Atur Waktu, Atur Prioritas Kerja

Post by. Thomas Adrian

Date: April 26, 2021

“Kerjaan banyak, waktunya nggak ada!”


Kalimat di atas sering terlontar dalam pembicaraan antar karyawan. Sedikitnya waktu yang ada seringkali tak sebanding dengan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Seakan-akan, waktu 24 jam dan tujuh hari sepekan tak cukup. Terlihat berlebihan? Mungkin saja tidak. Coba temui rekan atau orang terdekat dan minta mereka menyebutkan apa saja pekerjaan mereka dan berapa jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Mari kita lihat kembali! Mungkin saja bukan waktu yang tidak cukup tapi prioritasnya saja yang tidak tertata. Kadang, waktu terbuang percuma karena hal-hal yang rutin tapi bukan prioritas pekerjaannya. Kalau sudah begitu, rekan-rekan perlu menetapkan skala prioritas.


Dalam menetapkan skala prioritas, rekan-rekan dapat menggunakan Priority Quadrant yang dipopulerkan oleh Stephen Covey melalui bukunya yang berjudul First Thing First (1994). Priority Quadrant versi Covey merupakan pengembangan dari Eisenhower Decision Matrix yang dipakai untuk menentukan seberapa besar urgensi dan pentingnya sebuah tindakan yang memerlukan pengambilan keputusan.




Dalam kuadran prioritas ini, terdapat empat kotak yang berisi empat skala prioritas:

•        Quadrant 1: Kegiatan yang penting dan mendesak, yang harus dilakukan (Do).

•        Quadrant 2: Kegiatan yang penting namun tidak mendesak, yang harus direncanakan (Plan).

•        Quadrant 3: Kegiatan yang tidak penting namun mendesak, yang bisa didelegasikan (Delegate).

•        Quadrant 4: kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak, yang harus dihilangkan (Eliminate).


Berdasarkan poin-poin di atas, seseorang harus mengategorikan segala jenis pekerjaannya ke dalam keempat kuadran tersebut. Covey percaya bahwa segala aktivitas yang berada di dua kuadran bawah (Quadrant 3 dan 4) dapat diabaikan agar tidak mengganggu produktivitas. Tak hanya itu, seseorang juga harus fokus untuk meraih efektivitas pekerjaannya.


Jadi, agar dapat produktif dan efektif dalam bekerja, rekan-rekan dapat DO hal-hal yang penting dan mendesak, PLAN hal-hal yang dibutuhkan tapi tidak mendesak, DELEGATE, hal-hal yang kurang penting, serta ELIMINATE hal-hal yang tak berfaedah. Jika mampu memanfaatkan Priority Quadrant ini, rekan-rekan dapat mengatur skala prioritas pekerjaan agar waktu dapat tertata dengan baik.

Manfaatkan kuadran prioritas; waktu teratur, pekerjaan tuntas. 


Salam #PeopleDevelopment!