INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

BACA KONTRAKMU, SEBELUM SULIT KERJAMU

Photo By Cytonn Photography On Unsplash

Post by. Thomas Adrian

Date: December 10, 2020

Apakah Anda kerap melewati bagian terms and conditions saat memasang perangkat lunak pada komputer atau gawai? Jika iya, jangan dibiasakan. Membaca bagian syarat dan ketentuan sebelum melakukan persetujuan merupakan sesuatu yang penting. Jika Anda tidak melakukan hal seperti itu, Anda akan terbiasa untuk tidak membaca detail pada kontrak. Hal sepele seperti tidak membaca kontrak dapat membuat Anda mengalami kerugian.


Terms and conditions dalam proses pemasangan aplikasi pada gawai tidak tergolong krusial. Jika ada insiden karena hal tersebut, kerugiannya paling hanya dialami oleh satu atau beberapa individu saja. Lain halnya dengan kontrak kerja sama antar lembaga dengan lembaga atau lembaga dengan individu yang dibuat secara profesional. Kerugian dengan nominal tak terbayangkan mungkin dialami hanya karena tidak mencermati detail kontrak yang diajukan.  Di dalam zaman yang serba canggih, mudah saja melakukan perubahan secara instan. Mungkin saja, pihak kedua dalam kerja sama tersebut melakukan perubahan poin pada kontrak yang ada.


Misalnya saja, kerja sama antara dua perusahaan A dan B telah menyepakati bagi hasil bernilai 70:30; di mana 70 persen dari jumlah keuntungan menjadi milik perusahaan A sebagai pihak pertama dan 30 persen sisanya menjadi milik perusahaan B sebagai pihak kedua. Kemudian pihak pertama mengirimkan draf kontrak untuk diulas dan ditandatangani oleh pihak lainnya. Namun pihak kedua melakukan perubahan (entah sengaja atau tidak), di mana 70 persen diperuntukkan untuk mereka dan 30 persen untuk pihak pertama. Ketika dikirimkan kembali, pihak pertama tidak melakukan pencermatan ulang dan langsung menandatanganinya. Di kemudian hari saat pembagian keuntungan, pihak pertama merasa telah dirugikan, sementara kedua merasa telah melakukan segalanya sesuai kontrak.


Contoh kasus di atas mungkin tidak akan langsung berdampak instan. Bisa jadi, pihak pertama baru akan menyadari dan meninjau kembali kontraknya setelah ada kejadian yang merugikan seperti di atas. Tapi, di saat mereka baru menyadarinya, semua sudah terlambat; kerugian tidak dapat dihindari.


Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akan lebih baik jika Anda melakukan beberapa hal untuk mencermati kontrak. Roger Dawson, negosiator ulung asal Amerika Serikat dan penulis buku berjudul Secrets of Power Negotiating, memberikan kiat-kiat yang harus diperhatikan dalam mencermati kontrak:

  • Simpanlah dokumen kontrak setelah dikirimkan kepada pihak kedua.
  • Setelah menerima kontraknya dari pihak kedua, bandingkan keduanya dan cermati segala detailnya.
  • Untuk kontrak dengan bentuk fisik, letakkan kedua kontrak di bawah cahaya terang untuk melihat apakah kedua kontrak tersebut cocok.
  • Jika kontrak berbentuk digital, gunakanlah aplikasi word processing seperti Microsoft Word yang mampu menyimpan catatan perubahan untuk melakukan perbandingan antar dua kontrak.


Benar adanya bahwa Anda dapat memperkarakan persengketaan kasus kontrak ke pengadilan. Tapi mari pikirkan lagi, mengurus sengketa di pengadilan membutuhkan waktu dan biaya yang tak sedikit. Dengan kata lain, buang waktu, tenaga, dan biaya. Jika ada yang mudah dengan sedikit usaha, mengapa harus yang sulit dan menghabiskan sumber daya?


Salam #PeopleDevelopment!