INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

BRAND STRATEGY UNTUK SEKOLAH – MENDESAIN IDE DAN MENGOPTIMALKAN MEDIA SOSIAL

Pelatihan Media Sosial

Post by. Stephanus Novi

Date: November 05, 2018

Dari waktu ke waktu, pendidikan menjadi hal penting karena sarat dengan aspek sosial. Pendidikan menjadi sumbu utama adanya kemajuan sosial. Tak hanya dalam aspek sosial, pendidikan juga menjadi peluang besar dalam aspek bisnis.


Selama ini, proses pendidikan berjalan dengan : murid hadir ke sekolah untuk belajar kepada guru. Kita bisa menyebutnya dengan sekolah konvensional. Sekolah konvensional bisa dibilang menjadi salah satu bisnis dengan daya tahan yang tinggi. Namun, perkembangan jaman menghadirkan model-model baru sekolah. Masyarakat banyak ditawarkan dengan proses pembelajaran dengan cara yang lebih kekinian, yakni sekolah online. Dengan tidak menutup mata, bisa dibilang sekolah online menjadi bisnis model baru di dunia pendidikan yang ‘mengancam’ sekolah konvensional.


Tidak sedikit sekolah konvensional yang tutup, salah satunya karena sekolah tidak mengikuti perkembangan jaman dengan mengelola brand sekolah dengan maksimal. Di saat yang sama, berdasarakan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet 82% dihasilkan oleh kaum muda millenial. Dalam hal ini, dapat diartikan para kalangan muda (baik calon murid maupun orang tua) telah menggunakan internet untuk mencari tahu informasi mengenai sekolah.


Brand Strategy untuk Sekolah – Mendesain Ide dan Mengoptimalkan Media Sosial”, tema inilah yang diangkat Gramedia Academy dalam workshop 10 September yang lalu untuk merespon perkembangan jaman di institusi sekolah. Diikuti oleh 28 peserta dari 10 sekolah, workshop ini diisi oleh Darfi Rizkavirwan dan Trihadi Pudiawan Erhan yang adalah praktisi pengajar desain komunikasi visual dan manajemen dari Universitas Multimedia Nusantara.


Dalam workshop ini, Darfi dan Trihadi membedah satu persatu persoalan mengenai brand dan pemasarannya, hingga brand itu sendiri mampu membuat calon konsumen, yang dalam hal ini menyasar kaum millenial, secara suara hati dan perasaan mau memutuskan untuk membeli produk sekolah.