INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

KEDAHSYATAN ELEMEN KOMUNIKASI NON VERBAL

Gramedia Academy

Post by. Beni Dwi N

Date: November 06, 2018

Banyak praktisi bidang komunikasi kontemporer mengatakan bahwa komunikasi non-verbal berperan lebih efektif daripada komunikasi verbal. Dr. Alberth Mehrabian (1971), penulis buku “Silent Messages” mengungkapkan bahwa efektivitas penyampaian pesan melalui kata-kata hanyalah sebanyak 7%. Penggunaan elemen-elemen vokal lainnya (seperti intonasi, artikulasi, dll) memainkan 38% dalam keefektivitasan penyampaian pesan. Sisanya, 55% faktor keberhasilan komunikasi ditentukan oleh elemen non-verbal (seperti gesture, postur, mimik muka, dan kontak mata).


Peter F. Drucker, yang sering disebut sebagai Pendiri Manajemen Modern (the founder of modern management), juga memperkuat temuan itu dengan mengatakan, “the most important thing in communication is hearing what isn’t said”. Bahkan, jika kita menengok sedikit ke belakang, penulis dan tokoh filsafat bahasa, Ludwig Wittgenstein (1889-1951) pernah mengungkapkan dalam traktatnya bahwa “what can be shown, cannot be said”.


Beberapa hasil kajian ilmiah dari dunia barat di atas mengarah pada konklusi kuatnya aspek non-verbal dalam komunikasi. Dalam dunia timur pun, hasil studi akademik maupun adat budaya orang timur secara umum cenderung mengamini hasil studi di Barat tersebut. Artinya, ada aspek-aspek dalam komunikasi yang diterima dan berlaku secara universal, misalnya tentang dominannya pengaruh aspek non-verbal dalam komunikasi.


Karena itu, memelajari aspek non-verbal komunikasi dapat semakin membuat komunikasi Anda berlangsung dengan baik, efektif dan efisien. Salah satu ukuran keberhasilan komunikasi, menurut David Pranata (associate trainer Gramedia Academy), adalah orang melakukan apa yang kita ingin orang tersebut lakukan.