INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

KEPEMIMPINAN MANA YANG ANDA PILIH?

Post by. Thomas Adrian

Date: January 20, 2021

Menjadi pemimpin atau leader tidaklah mudah, apalagi bagi Anda yang baru saja menapaki jenjang karier atau mulai memiliki anak buah. Saat mulai memimpin, tidak hanya pola pikir atau mindset yang perlu dibenahi, tapi gaya kepemimpinan Anda juga harus diperhatikan. Menurut U.S. Army Handbook, ada tiga gaya utama kepemimpinan, yaitu: otoriter atau otokratis, partisipatif atau demokratis, dan delegasi.

Gaya otoriter atau otokratis digunakan ketika seorang pemimpin meminta anak buah untuk melakukan sesuai perintah atau arahan. Tapi, negatifnya, gaya ini sering dipakai dengan cara yang kurang pas, seperti misalnya: berteriak, menggunakan kata-kata tak pantas, atau menyalahgunakan kekuasaan.


Sedangkan gaya kedua, partisipatif atau demokrasi, merupakan gaya kepemimpinan yang lebih menghargai kesetaraan. Alih-alih memerintah, pemimpin dengan gaya ini mengajak anak buahnya untuk mengerjakan atau memikirkan sesuatu. Pemimpin memberikan ruang bagi anak buahnya untuk turut serta menyumbangkan ide, inovasi, dan cara untuk menyelesaikan sesuatu.


Sementara yang ketiga, delegasi, terkadang membuat seorang pemimpin terlihat seperti tidak mau bekerja karena semua pekerjaan dialihkan kepada anak buahnya. Namun, gaya seperti ini memiliki dampak positif untuk para anak buah, di mana mereka memiliki kesempatan untuk berkembang.


Lalu, gaya mana yang harus Anda gunakan ketika menjadi pemimpin?


Menurut buku Strategic Leadership karya AB Susanto, salah satu Associate Trainer Gramedia Academy, seorang pemimpin jangan sampai hanya terpaku pada salah satu gaya kepemimpinan saja karena setiap gaya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Gaya kepemimpinan tertentu sebaiknya diterapkan pada kondisi dan anak buahnya. Maka dari itu, gaya kepemimpinan diterapkan saat situasi berikut:

  • Gaya otoriter digunakan pada karyawan yang baru saja mempelajari suatu pekerjaan karena karyawan tersebut termotivasi untuk mempelajari keterampilan baru. Selain itu juga dapat diterapkan pada situasi lingkungan kerja yang terdapat kesenjangan antara anak buah dan pemimpin.

  • Gaya partisipatif dapat diterapkan ketika sebuah tim berisi anak buah yang sudah memahami seluk beluk job description-nya.

  • Gaya delegasi akan cocok digunakan ketika anak buah Anda telah memahami lebih dalam soal pekerjaannya, karena hanya dengan pemberian mandat saja, anak buah yang bersangkutan akan secara otomatis menjalankan tugasnya.


Jadilah pemimpin yang baik, yang tak hanya memimpin dengan logika, namun juga dengan hati. Pemimpin yang berhasil diukur dari kemampuannya menyejahterakan umat (para karyawan) yang dipimpinnya – K.H. Abdurrahman Wahid.


Salam #PeopleDevelopment!