INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

MEMBARUI SUDUT PANDANGMU

Membarui Sudut Pandangmu

Post by. Yunira Noor Rachmah

Date: April 29, 2021

Rutger Bregman mengawali tulisannya di buku “Humankind: Sejarah Penuh Harapan” dengan suatu gagasan radikal yang sudah lama diketahui. Sebagian besar orang, pada dasarnya, itu baik. Saat kondisi di sekitar sedang krisis, kita sebagai manusia memunculkan sisi terbaik, walaupun sudah tahu bahwa nyawa mereka turut terancam. Di sisi lain, ada pula yang mengeluarkan sisi terburuknya.


Efek nosebo yang didapat sejak dulu adalah bahwa gagasan tak pernah hanya gagasan. Kita adalah apa yang kita percaya. Kita menemukan apa yang kita cari. Dan yang kita prediksi akan terjadi. Jika kita percaya sebagian besar orang tak bisa dipercaya, begitulah cara kita akan memperlakukan sesama, dan itu merugikan semua orang. Hanya sedikit gagasan yang memiliki kekuasaan sebesar itu dalam membentuk dunia selain pandangan kita terhadap orang lain. Karena ujung-ujungnya, Anda mendapat apa yang Anda harapkan dapat. Jika kita ingin menanggapi tantangan-tantangan terbesar zaman kita –dari krisis iklim sampai rasa saling curiga- tempat kita memulainya adalah pandangan mengenai hakikat manusia. Kita jelas bukan malaikat. Kita makhluk kompleks, dengan sisi baik dan sisi kurang baik. Persoalannya adalah sisi mana yang kita angkat.

Jika kita mengubah pandangan kita mengenai hakikat manusia, bahwa sebagian besar orang itu baik, segalanya berubah. Suatu pandangan realistis atas hakikat manusia pasti berdampak besar bagi cara kita berinteraksi dengan orang lain. Terdapat sepuluh aturan yang disajikan oleh Rutger Bregman untuk kehidupan yaitu percaya, memaafkan, banyak bertanya, welas asih, kemampuan menalar, cintai sesama, cermat membaca berita, tidak bersikap sinisme, keberanian dan realistis.


Manusia berevolusi agar menjadi makhluk yang pada dasarnya sosial, tapi kadang sifat sosial kita menjadi masalah. Waktunya kita punya pandangan baru atas umat manusia. Dimulai dari sini, dari diri sendiri.