INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

MENGAJAR DI TENGAH PANDEMI: KESULITAN MEMBERI ILMU YANG TAK TERBATAS JARAK

#BelajarDiRumah

Post by. Thomas Adrian

Date: December 17, 2020

Pada 2020, Gramedia Academy sebagai penyedia layanan belajar Bahasa Inggris telah menjalankan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sint. Carolus. Sejak Maret hingga November, terdapat 9 mahasiswi D3 Kebidanan matakuliah English for Midwives, 169 mahasiswa/i S1 Keperawatan yang terbagi dalam tiga jalur di matakuliah English for Nurses, serta 11 mahasiswa/i S2 magister keperawatan di kelas TOEFL Preparation yang menjalankan PJJ. Tiga kelas matakuliah English for Nurses 1 baru saja rampung di akhir November lalu.


Proses yang dijalankan oleh para pengajar tidak mudah. Banyak kekhawatiran yang dirasakan oleh para pengajar. Salah satu yang utama adalah soal penyampaian materinya.


“Pas awal-awal, aku merasa ini bakal challenging. Takutnya materi nggak terserap dengan baik”, ujar salah satu pengajar yang mengampu kelas di STIKes Sint. Carolus. Namun, seiring waktu berjalan dan mulai beradaptasinya para pengajar dan siswa, mereka mampu menyampaikan dan menyerap materi dengan baik.


Mengajar secara tatap muka tentu berbeda dengan mengajar secara daring. Dalam proses tatap muka, penjelasan materi, tugas, serta instruksi tentu lebih mudah dijabarkan dibanding secara daring. Koneksi internet umumnya menjadi kendala utama.


“Iya, koneksi internetku dan anak-anaknya kadang suka jelek, jadi instruction pas video meeting suka kurang jelas. Biasanya kalau begitu, aku lebih milih kasih written explanation via Google Classroom. Selain nggak terlalu terganggu koneksi, para siswa juga bisa trackback; baca-baca lagi kalau lupa. Kalau bingung, mereka bisa kontak aku via Google Classroom atau WhatsApp langsung”, ujarnya.


Bicara soal proses pembelajaran, para pengajar Gramedia Academy, dan bisa jadi hampir semua guru, mengeluhkan soal kedisiplinan dalam pengumpulan tugas. Selain itu, validitas hasil ujian juga patut dipertanyakan.


“Paling sering, tuh, anak-anak suka telat ngumpulin tugas. Sudah diingatkan H-2 tapi masih telat juga. Dan kadang suka ragu juga, apakah mereka kerjakan mid test atau final test dengan jujur. Kan, mungkin saja mereka saling tanya atau buka buku pas tes. Soalnya beberapa kali aku temukan jawaban salahnya bisa sama persis.”


Terlepas dari kendala yang ada, PJJ masih jadi cara terbaik dalam menjalankan pembelajaran di tengah pandemi. Pengajar Gramedia Academy telah melakukan yang terbaik dalam mendukung proses 

#BelajarDiRumah



Salam #PeopleDevelopment!