INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

MENGENAL POSITIVE PROCRASTINATION: BAGUS, TAPI BURUK

Positive Procrastination

Post by. Thomas Adrian

Date: October 10, 2022

Rekan-rekan, masih ingatkah momen saat mengerjakan skripsi saat kuliah dulu? Sama seperti waktu menyelesaikan pekerjaan, pasti ada saja rasa jenuh dan malas yang melanda. Jika dipaksakan mungkin hasil kerja akan kurang bagus atau kinerjanya menurun. Tapi jika rasa malas dan jenuh terus dibiarkan, maka pekerjaan akan terus menumpuk karena tidak ada yang selesai. Kalau sudah begini biasanya kita akan mengambil jarak; ambil napas, santai sejenak, rehat sebentar, begitu biasa dibilangnya. Apa pun sebutannya, tetap saja itu namanya menunda pekerjaan. Dalam bahasa Inggris, itu disebut procrastinate.


Berdasarkan kamus daring Cambridge, procrastinate adalah aktivitas menunda pekerjaan yang dianggap sulit, berat, atau membosankan, secara terus-menerus. Dengan definisi seperti itu, maka bisa kita simpulkan kalau kata tersebut merupakan kata yang bersifat negatif. Tapi, rekan-rekan, kita mengenal adanya positive procrastination. Menunda pekerjaan kok positif, bagaimana bisa?


Positive procrastination adalah aktivitas menunda pekerjaan dengan melakukan pekerjaan lainnya. Dan tahukah rekan-rekan, kita sering melakukan ini tanpa sadar. Misalnya, ketika sedang Work from Home, alih-alih menyelesaikan laporan pekerjaan, rekan-rekan malah pergi mencuci piring, menyapu, mengepel, mengecat rumah, dan menyelamatkan dunia. Dua aktivitas terakhir mungkin berlebihan, tapi kurang lebih begitulah gambaran seperti apa itu positive procrastination. Dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya, selain pekerjaan utama yang harus diselesaikan, rekan-rekan tampak rajin dan sibuk sampai-sampai kehabisan waktu. Di satu sisi, itu bagus karena aktivitas yang dilakukan bersifat positif, karena alih-alih hanya rebahan tak melakukan apa-apa, ada kegiatan yang dilakukan dan dapat diselesaikan dengan baik. Tapi nyatanya, rekan-rekan hanya membuang waktu dengan melakukan kegiatan yang urgensinya tidak tinggi. Hasilnya, pekerjaan utama yang harusnya selesai lebih awal jadi membutuhkan waktu yang lebih panjang. Jika hal ini terjadi dalam jangka waktu panjang, maka akan berdampak pada produktivitas kerja. Apalagi, positive procrastination sering terjadi tanpa disadari.


Positive procrastination memang ada baiknya, tapi jangan terlalu sering, ya. Jaga diri rekan-rekan dari hasrat mengerjakan kegiatan lainnya ketika mengerjakan tugas utamamu. Ingatlah bahwa sebaik-baiknya pekerjaan adalah pekerjaan yang cepat selesai karena akan menghilangkan beban. Setidaknya, jika pekerjaan sudah selesai, rekan-rekan bisa rehat sejenak agar tidak jenuh.


Salam #PeopleDevelopment!


Catatan: Artikel ini diselesaikan dalam empat jam, dengan total satu jam mengerjakan artikel dan tiga jam lainnya mengerjakan aktivitas berikut ini: cuci piring, makan camilan, mengerjakan administrasi, serta koordinasi dengan rekan kerja; dibuat dengan positive dan negative procrastination.