INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

MENJADI PEMIMPIN SEJATI

Menjadi Pemimpin Sejati

Post by. Yunira Noor Rachmah

Date: July 28, 2021

Dalam buku “Leaders  Eat Last: Cara Pemimpin Sejati Menginspirasi Loyalitas, Kerja Sama, dan Keberhasilan Tim” (2020), Simon Sinek tidak mengajukan teori atau prinsip baru kepemimpinan. Dia memiliki tujuan yang lebih tinggi, yaitu membuat dunia menjadi tempat lebih baik bagi kita semua. Visinya sederhana: menciptakan generasi baru, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengerti bahwa keberhasilan atau kegagalan organisasi didasarkan pada keunggulan kepemimpinan, bukan kecerdasan manajerial.



Simon menggunakan militer Amerika Serikat, khususnya Korps Marinir Amerika Serikat, sebagai studi kasus untuk menjelaskan pentingnya para pemimpin fokus kepada para anggotanya. Organisasi ini memiliki kultur dan nilai-nilai bersama yang kuat, memahami pentingnya kerja sama tim, menciptakan rasa saling percaya di antara para anggotanya, mempertahankan fokus, dan memahami betapa penting orang-orang dan hubungan-hubungan bagi kesuksesan misi mereka.



Ikatan kepercayaan yang sangat kuat benar-benar membantu menjaga kekuatan sistem dan tingkat integritasnya yang tinggi. Semakin banyak oksitosin mengalir, semakin kuat ikatan kepercayaan terbentuk, semakin besar risiko orang-orang melakukan tindakan yang benar, semakin banyak yang saling menjaga, dan pada akhirnya semakin baik kinerja kelompok tersebut. Lingkaran Keselamatan menjadi kuat berkat orang-orang yang hidup dan bekerja di dalamnya.

Selain itu pula, kita juga perlu menghargai dan memberi nilai tinggi suatu barang bukan ketika barang itu mudah didapat, melainkan ketika kita harus bekerja keras mendapatkannya atau ketika barang itu sulit didapatkan. Entah itu berlian di dalam tanah, sukses dalam karier atau hubungan, perjuangan untuk mencapainya yang membantu memberinya nilai. Ingatlah bagaimana kelompok atau persahabatan bekerja bersama menyelesaikan segala sesuatunya.



Para pemimpin yang luar biasa dan mereka yang bekerja dalam organisasi percaya bahwa mereka lebih mendahulukan tujuan bersama daripada orang luar yang memiliki motif egoistis. Dan tujuan bersama itu selalu manusia. Tujuan itulah yang menjadi alasan mereka pergi bekerja. Manusia terinspirasi untuk melayani orang lain, bukan melayani diri sendiri. Yang kita butuhkan adalah para pemimpin yang mengarahkan kita untuk berkomitmen satu sama lain.



Arti sesungguhnya kepemimpinan adalah rekan-rekan bersedia menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan sendiri. Ringkasnya, untuk menjadi pemimpin sejati, kemampuan profesional saja tidaklah cukup; pemimpin yang baik harus benar-benar peduli terhadap mereka yang berada di bawah kepemimpinannya. Rekan-rekan akan belajar sebuah makna menyatakan: “Jika tindakan mengilhami orang lain untuk lebih banyak bermimpi, lebih banyak belajar, lebih banyak berbuat, dan menjadi pemenang, Anda adalah pemimpin.”


Salam #peopledevelopment!