INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

MERAIH KESUKSESAN INTERAKSI SOSIAL

Meraih Kesuksesan Interaksi Sosial

Post by. Yunira Noor Rachmah & Alfira Fauzia

Date: January 03, 2022

Dilansir dari buku "How  to Win Friends and Influence People in The Digital Age (2011)", karya Dale Carnegie & Associates merupakan sebuah pembaharuan dari buku klasik yang sangat terkenal How to Win Friends and Influence People (1936). Di dalam buku ini, Anda akan mempelajari prinsip-prinsip dasar komunikasi yang efektif untuk membangun kedekatan dan kepercayaan dari orang lain, terutama di era digital.


Ide atau fondasi untuk menulis buku ini diawali oleh sebuah pernyataan beliau sendiri (Carnegie, 2011) yaitu “Kemungkinan masalah terbesar yang Anda hadapi adalah berurusan dengan orang lain.” Ya, memang benar karena kita sebagai makhluk sosial yang pasti selalu berinteraksi dengan orang lain. Setiap interaksi yang dilakukan, mulai dari pagi hari sampai malam hari, adalah sebuah kesempatan untuk mendapatkan tempat dan memengaruhi orang lain dengan cara yang positif. Yang terbaik di antara kita dapat memberikan dampak yang lebih baik kepada yang lain dengan setiap anggukan kepala, perubahan nada suara maupun sikap.


Secara garis besar buku ini membahas tentang bagaimana mendapatkan banyak teman dengan cara disukai orang dan bagaimana memberikan pengaruh yang didukung rasa kepercayaan. Hal ini dapat memberikan pengaruh kepada mereka. Komunikasi yang dimaksud dapat diimplementasikan melalui semua media modern terutama di era digital ini.


“Anda bisa mendapatkan lebih banyak teman dalam waktu dua bulan dengan menjadi lebih tertarik kepada orang lain dibandingkan dua tahun Anda mencoba membuat orang lain tertarik kepada Anda.” Pernyataan Carnegie ini tetap relevan, karena beliau mengingatkan kepada kita bahwa rahasia kemajuan dengan orang-orang adalah dengan tidak bersikap mementingkan diri sendiri.


Buku ini juga berisi hal-hal yang fundamental dalam sebuah komunikasi, tips-tips yang sebenarnya sangat “sederhana” namun justru kadang dilupakan, misalnya tentang “the power of  emphaty”, atau “the power of listening”. Ini adalah kemampuan komunikasi dasar yang sudah sangat jarang dilakukan apalagi di era digital ini dimana semua orang hanya ingin didengar.


Lebih dari sekadar komunikasi  cerdas

Komunikasi adalah manifestasi dari pikiran, niat dan kesimpulan yang kita ambil tentang orang-orang di sekitar kita. “Mulut bicara dari hati.” Dorongan internal ini adalah faktor yang membedakan (1) orang-orang mengikuti Anda karena apa yang Anda telah lakukan untuk mereka dan (2) orang-orang mengikuti Anda karena siapa diri Anda.

Pada akhirnya, hal ini menantang Anda untuk meningkatkan pengaruh Anda dalam kehidupan orang lain, bukan dengan menunjukkan kecakapan diri atau manipulasi. Melainkan, melalui kebiasaan mengekspresikan hormat, empati dan kebaikan hati yang lebih baik.


Mengawali dengan halus

Kita semua memiliki keinginan yang kuat untuk komunikasi yang jujur – untuk memahami dan dipahami. Selain itu, kita memiliki keinginan untuk koneksi yang nyata – untuk dikenal, diterima dan dihargai.

Kita harus ingat bahwa kesuksesan hubungan zaman sekarang tidak diukur dengan skala media. Kesuksesan diukur dengan skala arti. Tunjukkan diri Anda penuh arti dalam segala interaksi Anda. Alasannya? Orang-orang menyadari keberadaan Anda. Orang-orang mengingat Anda. Hati orang lain tergugah karena setiap interaksi yang mereka lakukan dengan Anda selalu membuat mereka menjadi sedikit lebih baik.

Saran untuk meraih kesuksesan berinteraksi  pada zaman sekarang

Kita mengharapkan sopan santun dalam pertemuan; kita merasakan dampak saat sopan santun yang sama muncul dalam kegiatan sehari-hari. Kita mengharapkan kefasihan lidah yang rendah hati. Perbedaannya, seperti yang dikatakan sebelumnya, terdapat di dalam detail-detail kecil dari interaksi Anda sehari-hari.

Detail-detail seperti itulah yang masih penting di era digital ini. Karena “orang-orang yang memiliki pengetahuan teknis ditambah dengan kemampuan untuk mengekspresikan ide, untuk mengambil posisi sebagai pemimpin dan membangkitkan antusiasme di antara orang-orang – berada dalam jalan menuju kekuasaan yang lebih tinggi.” Kata-kata Carnegie menjadi semakin relevan di zaman sekarang ini.

Buku berjudul How to Win  Friends and Influence People in the Digital Age (2011) karya Dale Carnegie menyuguhkan kesimpulan yang bermanfaat untuk memberikan kesan yang bertahan lama.

  • Tiga hal untuk memengaruhi orang lain adalah: 1) menghindari marah kepada orang lain; 2) fokus pada hal-hal positif; dan 3) memahami minat orang lain.
  • Anda dapat membangun kesan yang mendalam jika Anda dapat menunjukkan minat terhadap orang lain, tersenyum, mengingat nama dan membuat mereka lebih baik.
  • Kepercayaan terbentuk dari kedekatan. Karena itu, argumen merupakan cara yang buruk untuk membangun kepercayaan.
  • Sikap yang ramah, akrab, dan empati serta mengakui kekurangan dan memberikan pengakuanlah yang dapat membangun kepercayaan.
  • Sikap memaafkan kesalahan sangat penting untuk menjaga ego orang lain, namun bukan berarti Anda setuju untuk terjadinya kesalahan yang sama.
  • Seseorang akan lebih mudah tergerak apabila merasa terlibat, karena itu gunakanlah pertanyaan alih-alih perintah untuk memotivasi orang lain.                                                                       Jadi, bagaimana cara rekan-rekan meraih kesuksesan interaksi atau komunikasi dengan orang lain? Tentu saja untuk tidak mementingkan diri sendiri, fokus terhadap orang lain dan jangan lupa untuk menggunakan kemampuan komunikasi “the power of emphaty”, atau “the power of listening”.


Salam #PeopleDevelopment!