INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

TAHUN BARU, KARIER BARU?

Tahun Baru, Karier Baru?

Post by. Thomas Adrian

Date: January 17, 2022

Awal tahun akrab dengan kata resolusi; orang-orang mencanangkan target pribadi untuk mengawali tahun. Selain resolusi, awal tahun juga identik dengan banyaknya orang-orang melakukan berbagai perubahan, baik dari hal-hal sederhana semacam perubahan gaya rambut, ganti kendaraan bermotor, sampai hal-hal yang penting seperti perubahan karier. Jika bicara tentang mengubah gaya rambut, mungkin pilihan yang cukup sederhana: gaya potongan apa yang diinginkan, poninya mau dipotong atau tidak, warna apa yang harus dipakai, dan lain sebagainya. Pun begitu pula soal mengganti kendaraan rekan-rekan, pertimbangannya mungkin ada di merk kendaraan, beli baru atau bekas, seberapa bagus konsumsi bahan bakarnya, dan lain sebagainya. Tapi berbeda jika rekan-rekan bicara soal mengganti jalur karier.


Perubahan karier merupakan hal yang besar dan harus dipertimbangkan secara matang. Dampak yang dapat ditimbulkan dari salahnya atau gagalnya perubahan karier tersebut dapat cukup mengganggu perencanaan kehidupan ke depannya. Salah-salah, perubahan karier bisa jadi malah membawa hal-hal negatif, alih-alih hal-hal positif yang diharapkan. Tapi bukan berarti mengganti jalur karier akan selalu berdampak buruk. Ada beberapa nama terkenal yang berhasil mengganti kariernya:

  • Harland David Sanders, yang lebih dikenal sebagai Colonel Sanders, pernah bekerja sebagai petugas mesin uap kereta api, penjual asuransi, dan petugas SPBU sebelum menemukan resep ayam goreng dan mendirikan jaringan restoran terkenal di dunia, Kentucky Fried Chicken.
  • Penulis JK Rowling pernah mengajar Bahasa Inggris untuk penutur asing di Portugal pada tahun 90-an (scotsman.com) sebelum akhirnya kembali ke Britania Raya untuk menulis novel yang akhirnya menjadi karya literatur yang luar biasa: seri Harry Potter.
  • Vera Wang pernah menjadi seorang atlet figure skating muda potensial dan berkompetisi untuk mengisi tempat pada timnas skating untuk mewakili Amerika Serikat di ajang Olimpiade Musim Dingin 1968 (bbc.co.uk). Setelah gagal masuk tim, dia beralih menjadi editor di majalah fashion. Di usia 40-an, Wang beralih kembali. Kali ini Wang menjadi seorang desainer. Dan peralihan karier ini membuat Wang menjadi desainer ternama dunia.


Ketiga tokoh tersebut merupakan contoh sukses orang-orang yang berhasil mengubah jalur kariernya; bahkan ketiganya beralih dari suatu hal ke hal lain yang sangat berbeda.


Lalu bagaimana dengan rekan-rekan, apakah memang perlu pindah atau mengganti jalur karier? Lalu apa saja yang harus diperhatikan jika ingin mengubah karier? Dirangkum dari Forbes, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin mengubah karier di tahun yang baru:

  1. Pahami kebutuhan

    Mengganti jalur karier membutuhkan keberanian untuk menghadapi risiko yang mungkin muncul. Maka dari itu, rekan-rekan harus memahami kebutuhan mengganti karier. Apakah memang itu yang rekan-rekan butuhkan saat ini?

  2. Identifikasi internal dan eksternal

    Belum tentu kemampuan yang rekan-rekan miliki saat ini merupakan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini. Maka dari itu, lihat dulu ke dalam diri sendiri; kemampuan apa yang dimiliki saat ini? Setelah itu lihatlah ke luar sana; kemampuan apa yang sedang dibutuhkan dan apakah kita mampu memenuhi permintaan tersebut? Jika kemampuan saat ini tidak mampu memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan, lalu cukupkah waktu untuk memperkaya diri dengan keahlian sebelum berpindah karier? Atau apakah kemampuan rekan-rekan dapat ‘ditransfer’ ke karier yang baru? Mungkin rekan-rekan bisa menjawab beberapa pertanyaan tersebut sebelum memutuskan jadi mengganti jalur karier atau tidak.

  3. Siap mulai dari nol

    Tidak hanya petugas SPBU saja yang akan menyampaikan “mulai dari nol”, rekan-rekan juga harus siap memulai segalanya dari awal; jenjang karier yang harus mulai lagi dari dasar, kebiasaan kerja yang mencakup jam kerja dan kebiasaan-kebiasaan lainnya, dan bahkan penghasilan yang akan diperoleh. Biasanya yang agak berat adalah soal finansial. Nah, sudah siapkah rekan-rekan akan semua hal itu?

  4. Kebahagiaan

    Bagaimana pun juga, kebahagiaan diri sendiri adalah hal yang utama ketika memilih untuk pindah karier. Tanyakan ke diri rekan-rekan sendiri, “Apakah aku akan bahagia di karier yang baru nanti?”, “Apakah karier ini yang akan membuat aku lebih sukses ke depannya?”, atau “Apakah karier ini memang benar adalah passion yang selama ini dicari?”. Hal ini penting agar rekan-rekan tidak dikit-dikit healing trip dan menghabiskan tabungan. Sudah gaji menurun karena memulai segalanya dari awal, tabungan pun berkurang karena butuh hiburan.


Apa pun itu, memulai segalanya dari awal memang tidak mudah, rekan-rekan. Kemungkinannya pun juga masih 50:50; antara sukses dan menikmati hasil atau gagal lalu kemudian menyesal. Bisa dibilang, berpindah karier mungkin seperti judi; bisa menang banyak, tapi bisa juga kalah banyak. Itu semua tergantung dari kesiapan masing-masing pribadi dan peluang yang ada. Tapi jika memang pergantian jalur karier itu dibutuhkan, kenapa tidak?


Salam #PeopleDevelopment!