INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

TIPU-TIPU ARTIFISIALITAS

Post by. Beni Dwi N

Date: November 06, 2018

Plato, atau ada yang menulis Platon, sang Bapak Filsafat, membedakan dunia empiris dan dunia idea. Dunia empiris adalah dunia yang dapat kita lihat, kita raba, kita cium, kita dengar. Dunia ini berisikan segala sesuatu yang dapat kita terima melalui panca indra. Dunia idea, di sisi lain, adalah dunia abadi, dunia sejati. Dunia empiris adalah manifestasi dari dunia idea itu sehingga dunia yang dapat kita rasakan melalui indra kita itu sifatnya tidak kekal, mudah berubah. Ia adalah dunia sementara. Dunia idealah yang merupakan dunia kekal, tidak berubah, dan segala sesuatu yang bersifat indrawi berasal dari dunia itu.


Dari apa yang disampaikan Plato, kita bisa mengambil salah satu pengertian. Apa yang kita lihat belum tentu adalah kebenaran. Tampilan luar yang penuh dengan make-up menawarkan bentuk vulgar artifisialitas meskipun kebenaran sejati tidak ada di sana. Namun, dunia saat ini, disadari atau tidak, menerima aktivitas itu sebagai sesuatu yang lumrah. Bahkan, bagi kalangan tertentu artifisialitas menjadi berhala baru yang dikultuskan.


Mengutip Danny Oei dalam bukunya, “Think Fresh” terbitan Gramedia Pustaka Utama, ia mengingatkan kita untuk memandang realitas tidak dari penampilan luarnya. Associate trainer Gramedia Academy ini secara implisit hendak mengatakan bahwa penampilan luar dan gaya seseorang, misalnya, tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk memandang rendah orang lain, baik dalam kehidupan sosial maupun bisnis – apalagi ketika kita belum tahu siapa sebenarnya orang tersebut. Bisa jadi orang tersebut adalah orang terkaya di dunia, atau pemilik perusahaan besar, atau mungkin di masa depan orang tersebut akan menjadi orang besar dan kita perlu bekerja sama dengannya.


Prasangka buruk dan menganggap orang lain bodoh adalah hal yang harus dihindari. Apabila kita menghargai orang lain, pikiran kita akan terbuka. Apabila kita dapat mengakui kelebihan orang lain, kita akan bisa menerima idenya. Artinya, kita dapat menjalin kerjasama yang baik dengannya. Ingat, respect first in order to be respected.