INQUIRY
CONTACT
Gramedia Academy

WORKSHOP

Seperti Manusia (As Human): Expressive Drawing And Storytelling

SEPERTI MANUSIA (AS HUMAN): EXPRESSIVE DRAWING AND STORYTELLING

Melalui #DynamicWorkshop Seperti Manusia, Anda akan diingatkan untuk kembali menjadi hanya manusia.

Jumlah Peserta: 1

JANUARY 18, 2020
10.00 - 13.00
Rp 300.000

Cozyfield Pondok Indah Mall


ENROLL NOW
BACK

Menjadi manusia bukan suatu hal yang mudah dilakukan. Penyematan berbagai macam peran--ibu, ayah, anak, bos, partner, direktur, dokter--menjadikan tindak ‘menjadi manusia’ dengan segala kerumitan emosi dan pikiran yang seringkali abstrak menjadi lebih sulit; belum lagi ketika ditambahkan adjektiva ‘yang baik’, ‘yang sabar’, ‘yang lurus’, dan sebagainya. Tidak bisakah kita menunjukkan temper tantrum ketika kita adalah seorang ibu dari dua anak yang letih mengurus kedua anak kita yang kita cintai? Tidak bisakah kita berkata “saya tidak mau bekerja hari ini” ketika kita adalah seorang pimpinan yang dihormati di suatu perusahaan? Tidak bolehkah kita jatuh cinta lagi ketika kita adalah seorang janda berumur 63 tahun? Tidak bisakah kita hanya menjadi manusia?


Melalui #DynamicWorkshop Seperti Manusia, Anda akan diingatkan untuk kembali menjadi hanya manusia meskipun sesaat, dan Anda akan diajak untuk meluapkan segala yang tidak atau belum sempat terluapkan--rasa, emosi, kegundahan, kegelisahan, harapan dan/atau kebahagiaan yang tertunda atau terpendam melalui guratan dan narasi yang mewakili, tanpa pedulikan batasan-batasan norma atau diri atau ekspektasi dari orang-orang yang memberikan label pada diri kita.


Workshop ini akan dihantarkan secara bilingual dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.


“Bebaskan diri dari belenggu dan sia-sia, kutunggu datangmu Seperti Manusia.”

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Becoming human is not an easy thing to do. The existence of the semi-permanent labels for others to identify who we are--a mother, a father, a son or daughter, a boss, a partner, a director, a doctor--makes becoming human who are by default equipped with complex emotions and thoughts more challenging to do. Do not forget to mention the adjectives placed before these labels; hopes and expectations. Can’t a mother of two children throw a temper tantrum when she is tired of taking care of her beloved children? Can’t a respectful and dependable leader of a company say “I don’t know what to do”? Can’t a divorced 63 years-old woman fall in love again without being judged? Can we ever return to just being human?


Through this edition of #DynamicWorkshop titled “Seperti Manusia (As Human)” you may be able to find yourself, to find your inner thoughts through an exercise to reach the true essence of being human. Within 120 minutes or more you are being reminded to press pause and give yourself an allowance to express the inexpressables--be it emotions, worries, anxieties, hopes, and/or happiness that are well kept or buried through drawing and doodling, and combining them with the right narration, without questioning the norms or the self, or considering the judgement from others.


This workshop will be conducted bilingually in Bahasa Indonesia and English.


“Free thyself from the ties thou created; return As Human as expected.”