Jaga Mata Agar Kinerja Terjaga

Mata merupakan aset berharga bagi kehidupan. Bagi rekan-rekan yang dianugerahi mata yang baik – tanpa minus, plus, atau silinder – maka semua akan sangat mudah; baik dalam berkendara sampai bekerja. Namun kemampuan penglihatan ini juga bisa berkurang jika kita sembarangan dalam menggunakannya. Seringkali dulu kita diingatkan oleh orang tua agar tidak menonton televisi terlalu dekat supaya mata tidak rusak. Setelah dipikir-pikir lagi ternyata ada benarnya, lho.

 

Bagi pekerja profesional, rekan-rekan hampir setiap waktu menatap layar; entah itu layar ponsel, monitor komputer, atau komputer jinjing. Berdasarkan data riset yang dilansir perusahaan lensa kontak, rata-rata pekerja di dunia menghabiskan lebih dari 1.500 jam menatap layar monitor untuk bekerja. Dari total ribuan responden tersebut, separuhnya menyatakan tidak pernah mengistirahatkan matanya, sehingga mengalami gejala-gejala seperti mata kering dan pusing berlebihan. Hal ini bisa diperparah dengan kebiasaan yang kerap dilakukan setiap malam; mengakhiri hari dengan menonton serial favorit atau video-video menghibur di layanan berbagi video lewat gawai masing-masing sembari berbaring di tempat tidur. Paparan radiasi gelombang elektromagnetik secara terus-menerus dalam jangka panjang akan menurunkan kemampuan penglihatan.

 

Kebiasaan tersebut di atas akan berdampak buruk bagi mata rekan-rekan. Bukan tidak mungkin di masa depan ketika rekan-rekan sudah berusia kepala lima, penglihatan sudah sangat kabur dan harus menggunakan kacamata tebal. Menurunnya daya penglihatan memang akan terjadi cepat atau lambat seiring usia, tapi separah apa tingkatannya masih bisa dikurangi. Berikut cara rekan-rekan mengurangi dampak gangguan penglihatan agar kesehatan mata tetap terjaga:

  • Menyesuaikan tingkat kecerahan layar gawai akan sangat berguna bagi rekan-rekan. Layar yang terlalu cerah atau terlalu gelap membuat mata menjadi tidak nyaman. Dalam jangka panjang, hal ini akan merusak mata. Sesuaikan tingkat kecerahannya agar tidak terlalu terang atau pun terlalu gelap, atau sesuaikan dengan kenyamanan mata.
  • Anjuran orang tua agar tidak terlalu dekat menatap layar ternyata berguna, rekan-rekan. Karena idealnya, jarak aman antara mata kita dengan layar gawai adalah 50-100 cm. Tapi tidak hanya itu, semakin lebar layarnya, maka semakin jauh jarak aman yang dibutuhkan. Maka dari itu, sesuaikan jarak pandangnya, ya!
  • Terapkan teknik 20:20:20, yaitu mengistirahatkan mata rekan-rekan setiap 20 menit sekali dengan cara mengalihkan pandangan mata ke obyek berjarak 20 kaki (kurang lebih enam meter) selama 20 detik. Teknik ini berguna untuk mengurangi ketegangan syaraf mata.
  • Ini mungkin sulit bagi rekan-rekan yang tidak terlalu menyukainya, tapi mengonsumsi buah dan sayur yang memiliki kandungan vitamin A akan sangat bagus bagi indera penglihatan.


Menjaga kesehatan mata merupakan hal yang penting bagi semua orang karena mata merupakan salah satu aset diri yang digunakan seumur hidup. Cara-cara di atas merupakan cara untuk mengurangi dampak-dampak buruk bagi mata akibat perilaku melihat layar gawai terlalu lama. Jika memang rekan-rekan sudah melakukan hal-hal di atas tapi masih mengalami gangguan penglihatan, ada baiknya segera diperiksakan ke dokter mata agar rekan-rekan mengetahui penyebab dan penanganannya.

 

Semoga sehat selalu! Salam #PeopleDevelopment!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gramedia Academy

Promoting people development by conducting trainings and events based on books published by Gramedia Publishers

Telephone. (021) 53677834
WhatsApp. +6287793103435
Email. [email protected]