Pola Pikir Kunci Sukses Berkarier

Dunia kerja merupakan dunia nyata yang penuh misteri; yang pintar belum tentu bisa sukses, sementara yang kurang pintar bisa saja menapaki jenjang karier yang tinggi. Yang kuliahnya dropout malah membuat penemuan atau bisnis yang mendunia, sementara yang pintar malah bekerja bagi perusahaan yang dirintis oleh sang mahasiswa dropout. Lalu, untuk apa sekolah begitu tinggi? Jika dipikirkan, agak sedikit lucu dirasa. Tapi tidak melulu seperti itu, rekan-rekan. Itu hanyalah sepotong contoh kecil cerita kesuksesan yang dapat dikisahkan sebagai materi motivasi serta memberi inspirasi bagi orang lain. Belum tentu semua orang mengalami itu, bukan?

 

Kembali ke pernyataan pada paragraf pertama di atas: “Dunia kerja merupakan dunia nyata yang penuh misteri”; tidak ada yang tahu ke mana arah langkah atau seberapa jauh rekan-rekan dapat melaju di tingkatan level karier. Banyak faktor, baik internal maupun eksternal, yang dapat memengaruhi itu semua. Tapi tak usah hiraukan faktor eksternal yang memang tak bisa dikontrol bagaimana jalannya, lebih baik fokus pada apa yang ada di dalam diri sendiri saja. Mindset atau pola pikir menjadi salah satu hal yang dapat dikontrol.

 

Mengacu pada kamus daring Cambridge, mindset memiliki arti a person’s way of thinking and their opinions. Mindset merupakan fondasi utama yang mampu membawa seseorang pada tujuan serta mengoptimalkan segala potensi yang ada dalam diri untuk mencapai kesuksesan (Hutagalung, 2015). Ronal Hutagalung, pada bukunya yang berjudul “Ternyata Berprestasi Itu Mudah” (2015) menambahkan bahwa pada dasarnya manusia memiliki dua modal yang sama: kecerdasan dan waktu. Lalu, apa yang membedakan seseorang memiliki karier dalam bekerja yang sukses dengan karier yang biasa saja? Jawabannya adalah pola pikir atau mindset. Mindset positif akan menghasilkan hal yang positif juga. Berangkat dari hal tersebut, kesuksesan dalam berkarier juga akan tercapai jika memiliki pola pikir yang baik.

 

Hutagalung (2015) juga menyatakan bahwa ada beberapa mindset yang harus dimiliki oleh orang-orang yang ingin mencapai kesuksesan:

  • Sumber daya sama, pengelolaannya harus beda

Semua manusia bernafas melalui hidung dan menghirup oksigen. Waktu yang dihabiskan sama-sama 24 jam. Tapi yang membedakan si sukses dan si biasa saja adalah apa yang dilakukannya dengan waktu dan oksigennya.

 

Bisa jadi, si sukses menghabiskan waktu senggangnya untuk membaca, sementara si biasa saja hanya duduk melamun. Hal sekecil ini saja sudah bisa membuat perbedaan. Si sukses mampu mengonversi waktu yang ada untuk menambah ilmu pengetahuan, sementara si biasa saja tidak. Maka dari itu, kelola apa yang rekan-rekan miliki: waktu dan kecerdasan.

 

  • Dia bisa, saya juga!

Semua ada prosesnya, rekan-rekan. Selain itu, proses itu tidak akan sama bagi setiap orang, ada yang cepat dan ada yang lambat. Tapi percayalah bahwa setiap orang bisa melakukannya. Jika orang lain bisa, maka saya sebenarnya juga bisa.

 

  • Ganti strategi

Fisikawan terkemuka dunia, Albert Einstein, pernah berujar bahwa adalah sebuah hal yang gila jika seseorang mengharapkan hasil yang berbeda dari perilaku yang sama secara terus-menerus. Maksudnya adalah jika rekan-rekan mengalami kesulitan atau kegagalan terus menerus, maka harus ada yang diubah agar tidak kembali gagal.

 

Mungkin analoginya bisa menggunakan arus mudik yang baru saja kemarin dilalui: jika jalan utamanya macet dan menghambat perjalanan, maka jalur alternatif bisa menjadi solusi agar dapat tiba di tempat tujuan tanpa terhambat. Sama seperti karier; jika rekan-rekan merasa stagnan dalam jangka waktu lama, mungkin rekan-rekan bisa mengganti strategi, misalnya dengan mengubah cara kerja.

 

  • Terjun penuh

Kata maksimal berasosiasi dengan angka 100 yang sering dianggap sempurna. Sesuatu yang maksimal akan menghasilkan sesuatu yang sempurna. Begitu pula dalam kehidupan secara umum, dan karier secara khusus, usaha yang maksimal akan berbuah hasil yang maksimal pula. Maka dari itu, berkomitmenlah 100 persen dalam apa pun yang rekan-rekan lakukan.

 

  • Gagal hanyalah umpan balik semata

Kadang, orang-orang merasa kecil dan putus asa ketika gagal dalam suatu hal. Tapi janganlah gagal kemudian tidak melakukan apa-apa, anggaplah kegagalan yang dialami sebagai feedback untuk ke depannya. Hasil feedback, atau umpan balik, dari kegagalan itu digunakan sebagai evaluasi agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

 

Para motivator kenamaan sebenarnya ada benarnya, bahwa kesuksesan sepenuhnya ada di tangan Anda. Tapi bukan berarti kesuksesan akan datang dengan hanya berpangku tangan; harus ada yang dilakukan. Setidaknya, mulailah dari mindset rekan-rekan; karena pola pikir adalah kunci sukses dalam berkarier. Salam #PeopleDevelopment!

 

Sumber:

 

 

Ronal Hutagalung (2015) menyatakan bahwa pada dasarnya manusia memiliki dua modal yang sama: kecerdasan dan waktu. Yang membedakan seseorang mampu memiliki karier dalam bekerja yang sukses dengan karier yang biasa saja adalah pola pikir atau mindset. Ada beberapa mindset yang harus dimiliki oleh orang-orang yang ingin mencapai kesuksesan. Apa saja itu? Simak info lengkapnya dengan klik link di bio. #GramediaAcademy #PeopleDevelopment #KelasAkhirPekan #KAP #KelasOnlineGramediaAcademy #KOGA #KreatifDimulaiDariSini #BelajarDimanaSajaKapanSaja #Training #Skills #Knowledge #SelfLearning #Workshop

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gramedia Academy

Promoting people development by conducting trainings and events based on books published by Gramedia Publishers

Telephone. (021) 53677834
WhatsApp. +6287793103435
Email. [email protected]